Archive for Professional Development Division

Bring the maximum you…give 100%

Guest Speaker: Denny Sumargo, an Indonesia’s basketball national team player


Pada Selasa, 15 Maret 2011, Semanggi kedatangan seorang atlet bola basket nasional, Denny Sumargo atau yang akrab dipanggil Densu. Densu dikenal sebagai pemain basket yang tangguh, yang sudah melanglang buana memperkuat klub-klub  besar di Indonesia. Tak heran malam itu meeting Semanggi ramai dihadiri member Semanggi, guest maupun member dari Rotaract club lain. Sungguh diluar dugaan atlet basket nasional yg biasanya terkenal playboy dan bertingkah, tapi tidak untuk yg satu ini. Kami merasakan aura positif di ruangan kegiatan kami. Tak diduga, ada sisi lain dari Densu dimana kehidupan masa kecilnya ternyata sangat keras, membuat Densu menjadi sosok anak kecil yg pendiam, penakut bahkan minder untuk bergaul.


Melalui sesi sharing ini, Densu ingin membagi pengalaman dan pemahamannya tentang kehidupan yang harus kita usahakan semaksimal mungkin. Karena berhasil atau tidaknya hidup kita sepenuhnya akan tergantung pada usaha yang kita lakukan. setiap manusia dibekali talenta yg cukup dalam kehidupannya untuk menjadi besar, sudahkah km mencaridan menggunakan talenta yg Tuhan titipkan padamu?
Densu percaya bahwa kita harus bertanggung jawab penuh 100 % akan kehidupan kita, saat Densu melakukan dan bertanggung jawab 100 % akan kehidupannya, dia mulai menemukan tujuan hidupnya dan memiliki 2 pilihan ” Make it or Lose it”

Melalui perjalanan hidupnya dan pilihan-piilhan hidup yang pernah dia pilih, Densu memahami bahwa tidak akan pernah ada kata gagal sebelum kita mencoba , mencoba lagi, terus mencoba, tidak berhenti mencoba, dan kembali lagi besok untuk mencoba lagi. Dan pilhan-pilihan kita di masa sekarang akan menentukan akan seperti apa dan bagaimana kita di masa mendatang. Carilah PRIORITAS dan TUJUAN hidupmu, berhentilah mencari alasan dan menyalahkan itu hanya membuang waktu, sebanyak apapun alasan dan kamu menyalahkan keadaan atau orang lain, HAL ITU TIDAK AKAN MENGUBAHMU.

Peran ibundanya dalam kehidupan Densu juga sangat besar, dimana pesan yang paling dia ingat adalah jangan sampai membiarkan orang lain menginjak harga diri kita, kita sendiri yang menentukan jalan kita. Falsafah hidup untuk terus berusaha semaksimal mungkin dan percaya akan kemampuan diri bergaung di ruangan itu. Malam itu, kami terinspirasi untuk menjadi lebih baik dan melompat lebih TINGGI

Leave a comment »

Introduction to Parkour

Guest Speaker : Daniel Giovanni

Pada Selasa 1 Maret 2011, Rotaract Semanggi kedatangan seorang Traceur, Daniel Giovanni. “Traceur” adalah sebutan untuk praktisi Parkour, malam itu Daniel berbagai mengenai serba serbi Parkour, dimana. Parkour berasa dari bahasa Prancis yang artinya “seni bergerak” dan merupakan implementasi dimana seseorang mengendalikan tubuhnya secara keseluruhan untuk bergerak/berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat dan efisien. Parkour dipelopori oleh George Hébert, seorang angkatan laut Perancis yang mengunjungi Afrika sebelum Perang Dunia I dan terkesan dengan perkembangan fisik masyakarat sekitar yang mampu menyesuaikan dengan kondisi sekitar.
Berbeda dengan pandangan masyarakat umum mengenai Parkour yang cadas, penuh gerakan akrobatik dan ekstrim, latihan-latihan parkour lebih banyak pada ground-based movement, mengutamakan keselamtatan, menghormati lingkungan dan menekankan pada progress bertahap beserta filosofi dari tiap gerakannya. Tidak ada parkour yang instant. Dibutuhkan latihan bertahap dan terencana untuk mengindari cedera dan mencapai tujuan PArkour yang sebenarnya. Dengan berlatih fisik dan mental kita lebih siap untuk menghadapi berbagai situasi dan kondisi medan yang dilalui.
Siapa saja yang dapat berlatih Parkour? “Parkour is for EVERYONE” jawab Daniel dengan mantap. Di komunitas Parkour Jakarta sendiri demografiknya sangat beragam, dari anak-anak, usia 50tahunan baik wanita maupun laki-laki.
Disamping memberikan berbagai manfaat, Parkour juga dapat menyebabkan bahaya bila tidak dilakukan dengan benar, seperti cedera lutut, patah tulang dan lain-lain. Untuk menghindari bahaya ini Daniel memberikan tips bagi Semanggier. Saat berlatih PArkour utamakan keselamatan, yang paling tahu kekuatan fisik dan mental kita adalah kita sendiri, jadi tidak perlu memaksakan diri apabila dirasa tidak kuat. Tips lain adalah memperluas pengetahuan mengenai Parkour, gerakan apa yang aman dilakukan, bagaimana tempat yang ideal untuk berlatih dan berbagai pengetahuan lainnya. Kita juga harus bisa mengendalikan emosi saat berlatih agar tidak melebihi kemampuan kita.
Di ahir sesi Daniel memutar beberapa video Parkour termasuk salah satu video saat dia dan teman-temannya explore Taman Menteng Jakarta. Sebuah sesi sharing yang luar biasa malam itu.

Leave a comment »

LOVE ACROSS CULTURES, RELIGIONS AND BORDERS ….

Happy Valentine's ^^

Notwithstanding some people proscribe the celebration of Valentine’s Day, many youngsters in Indonesia still celebrate February 14th as a Valentine’s Day.

Here we live in a beautiful and diverse country. The diversity of cultures, language and religion made Indonesia became a rich country in addition to its natural wealth. Those diversity should not become a differences among us.

LOVE ACROSS CULTURES, RELIGIONS AND BORDERS ….

HAPPY VALENTINE’S DAY ….

Paint it Green

Leave a comment »

MEET AND GREET LEBANESE AMBASSADOR

Sabtu, 5 Februari 2011, diadakan Joint Meeting RAC Jakarta Area yang sangat spesial. Kenapa? Karena kali ini RAC Jakarta Area menyelenggarakan acara “Meet & Greet Lebanese Ambassador”.

Dari RAC Semanggi dihadiri oleh VP Oke Hastiawan, Rtr. Brillianti RH dan Rtr. IPP Leo Mokodompit. Acara diawali dengan opening dari PO dan MC. Kemudian speech dari DRR Indra Diwangkara dan IPP. Leo Mokodompit.

Speech by Mr Victor Zmeter (Lebanese Ambassador) dilanjutkan dengan sesi tanya jawab berkisar tentang bagaimana Tourism di Lebanon berkaitan dengan konflik yang sampai saat ini terjadi disana. Juga mengenai biaya pendidikan di lebanon yang tergolong sangat mahal. Bagaimana korelasi antara umat Kristiani, Muslim Sunni dan Muslim Syria di Libanon? Dari beberapa penjelasan beliau, dalam sisi tourism, Libanon sudah terbuka untuk pengaruh-pengaruh dari negara2 barat dan pula konflik yang terjadi merupakan bagian dari iran bukan keseluruhan lebanon itu sendiri sehingga banyak yang bisa didapat dan ditawarkan untuk menarik wisatawan tetap berkunjung tanpa merasa khawatir/risau. Ekonomi lebanon saat ini sangat kuat, karena perbankan-nya. Untuk biaya pendidikan sampai saat ini memang masih tergolong mahal, namun sebagian terbantu oleh pemerintah dan bantuan dari negara America dan Organisasi2 luar lainnya.

Antara umat beragama, dapat hidup saling beriringan. Untuk Muslim Sunni merupakan Islam dari Arab Saudi, dll.Sedangkan Syria adalah banyak dari Iran penganut saat pemerintahan Rafik Hariri dan saat ini tetap diperjuangkan oleh anak-nya Saad Hariri.

Sesi pertanyaan pertama oleh 3 penanya dan 3 lagi disesi berikutnya, ditambah 1 penanya pada akhir sesi sebelum coffee break. Sebelum berlanjut ke coffee break, adalah waktu untuk foto session. Foto bersama Mr. Victor untuk masing-masing Club yang hadir.

Saat coffee break adalah saat bercengkrama dengan Mr Victor, para Rtr bertanya secara langsung seputar Lebanon dan Indonesia sebelum tepat pukul 3.30pm beliau meninggalkan lokasi meeting.

Setelah coffee break adalah member floor, dimana masing-masing dari 7 Club mempresentasikan project2 yang sedang dan akan berlangsung. Hanya Club Cosmopolitan yang ijin pulang terlebih dahulu karena bertepatan juga dengan weekly meeting Club Cosmo yang dilaksanakan setiap hari sabtu.

Keseluruhan event ditutup dengan foto bersama semua Rotaractors yang hadir including guest. Sekitar pukul 5pm acara telah selesai.

 


Leave a comment »

My Journey to Turkey, Germany and Ukraine

In-house Speaker – Rtr. IPP Leo Mokodompit, Joint meeting Rotaray Club Jakarta & Rotaract Club Semanggi Jakarta 19 Oct 2010

Seminggu setelah menjadi in-house speaker di meeting RACSJ, Rtr IPP Leo Mokodompit juga diundang menjadi in-house speaker pada Joint-meeting RCJ & RACSJ tanggal 19 Oct 2010. Kali ini Rtr IPP Leo berbagi pengalamannya terakhir melakukan perjalanan ke luar negeri selama dua bulan ke Turki, Jerman dan Ukraina.

Turki sebagai destinasi pertama adalah dalam rangka menghadiri World Youth Congress di Istanbul. Pada acara yang berlangsung selama tiga minggu itu, Rtr Leo menjadi peserta, fasilitator sekaligus pemateri sebagai perwakilan UNESCO Youth Empowerment Team bersama rekan-rekan Youth Team dari beberapa negara anggota UNESCO lainnya. Selain di Istanbul, Rtr IPP Leo juga sempat melakukan kunjungan ke beberapa kota lainnya di Turki, seperti Bartin, Amasra, Izmir, Pamukkale-Hierapolis dan Ephesus.

Sedangkan perjalanan selanjutnya ke German dan Ukraina merupakan perjalanan dalam rangka music diplomacy atas undangan Kedutaan Besar Indonesia di Berlin dan Kedutaan Besar Indonesia di Kyiv. Di Jerman, Rtr IPP Leo melakukan pementasan di kota Berlin dan sempat berkunjung ke Potsdam; sedangkan di Ukraina, Rtr IPP Leo melakukan pementasan di berbagai kota keliling Ukraina, antara lain, Kyiv, Evpatoria, Old Crimean City dan Krimenchuk.

 

Leave a comment »

Music Diplomacy

Weekly Meeting 12 Oct 2010, in-house speaker : Rtr IPP Leo Mokodompit

Music has always been a powerful medium for diversity that can breach cultural and language barriers.

Musik sebagai bahasa universal merupakan salah satu media efektif dalam berkomunikasi tanpa memandang umur, latar belakang, bahasa hingga ras. Musik memiliki kekuatan yang luar biasa karena bisa diapresiasi dan interpretasikan oleh semua orang. Setidaknya hal ini yang menjadi alasan kuat mengapa musik menjadi salah satu ujung tombak diplomasi budaya yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan.

Rtr IPP Leo Mokodompit dengan berbagai pengalamannya dipercaya untuk menjadi ujung tombak diplomasi budaya melalui musik ke berbagai negara ini menjelaskan bahwa adalah penting saat ini menggunakan softpower dari pada hardpower diplomacy, karena seringkali diplomasi klasik justru tidak bisa mencapai tujuannya dalam menciptakan hubungan erat people to people, lebih terbatas pada tingkatan government to government.

Rtr IPP Leo juga berbagi pengalamannya dalam berdiplomasi mewakili Indonesia melalu musik ke berbagai negara, antara lain: Belanda, Jerman, Ceko, Turki, Thailand, Malaysia, dll. Sesi ini akhirnya diakhiri dengan pemutaran video peformance Rtr IPP Leo di salah satu event diplomasi di Ukraina.


Leave a comment »

How Indonesia Young Filmmaker made a 3 minutes short film and met Hillary Clinton

Guest Speaker – Adhyatmika, Independent Filmmaker, a young director behind “Democracy Is Yet To Learn

Film adalah salah satu alat komunikasi alternatif yang menarik. Film mampu menyuguhkan pesan yang ingin disampaikan secara berbeda, dengan cakupan penerima pesan yang lebih luas. Pada selasa, 5 Oktober 2010 Semanggi kedatangan Adhyatmika, seorang independent filmmaker yang berhasil memenangkan kontes Democracy Video Challenge 2010 untuk Asia Pasifik sekaligus berkesempatan bertemu dengan Hillary Clinton karena prestasinya tersebut melalui film “Democracy Is Yet To Learn” atau dalam bahasa Indonesianya: Masih Belajar.

Pada sesi ini Adhyatmika -yang akrab disapa Mika- berkenan membawa beberapa crew dari film tersebut untuk diperkenalkan pada kami. Rupanya malam itu Mika turut membawa “pasukanya”, yaitu Adit (co-writer & poster designer dari film “Masih Belajar”), Fandi (Art Director) dan Reni (Youth outlook specialist US Embassy Jakarta). Tak lupa meeting diawali dengan pemutaran film yang telah membawanya hingga ke Gedung Putih, Amerika. Mika bercerita mengenia misi pembuatan film tersebut.

Diskusi semakin menarik manakala Mika berbagi pengalaman mengenai proses pembuatan film yang ternyata terbilang sangat singkat: naskah ditulis hanya dalama sehari, storyboard dibuat hanya dalam semalam dan yang paling heboh adalah saat harus casting pemain berdasarkan stereoripikal dan stigma yang ada di masyarakat.

Tak lupa Reni, dari US Embassy juga berbagi mengenai apa sebenarnya Democracy Video Challenge. Bagaimana cara mengikuti kompetisi tersebut, bagaimana bisa film garapan mika diputar di Amerika hingga proses sampai ahirnya bertemu dengan Hillary Clinton.

Ternyata respon dari “Masih Belajar” ini sangat luas. Setelah sempat menjadi hot thread di Kaskus, respon positif maupun yang unik juga berdatangan dari Youtube saat Mika meng-upload film tersebut. Yang unik adalah cerita Mika mengenai respon saat film ini diputar di Gedung Putih, diplomat-diplomat PBB tak bisa manahan tawa saat film ini diputar, mereka mengerti dan setuju bahwa demokrasi adalah process of learning setelah menonton film ini. Besar harapan Mika melalui film ini mampu membangkitkan kepedulian generasi muda, wakil rakyat dan semua penontonnya untuk lebih peduli dan berperan aktif dalam perbaikan negeri ini.

Leave a comment »