Archive for November, 2010

APRRC Sidney

Salah satu nikmatnya Rotaract adalah jalan-jalan ke luar negeri, ketemu wajah baru, keunikan baru, dan belajar banyak hal baru. Tersebutlah Leo dan Alvin dari Semanggi bersama beberapa Rotaractors Jakarta, Solo, Malang, dan Bali yang bisa menikmati pengalaman ini. Saat itu mereka mewakili D 3400 untuk menghadiri Asia Pacific Regional Rotaract Conference (APRRC) di Sydney Australia. Sydney Olympic Park didaulat menjadi markas para peserta selama 25-28 November 2010. APRRC merupakan agenda tahunan Rotaract Club untuk wilayah Asia Pasifik, di mana Sydney merupakan tuan rumah ke-7 setelah sebelumnya Hong Kong, Taipei, Manila, KL, Bali dan Singapore, berturut-turut meramu salah satu perhelatan akbar ini.

Aksi 1: Aksi ambil untung

Uniknya konferensi di Rotaract, acara dikemas dengan suasana fun dan atraktif. Hari pertama peserta diperkenalkan dengan Bush Dance, tarian a la koboi-nya Australia…seperti biasa D 3400 eksis menguasai lantai dansa. Selanjutnya konferensi dibuka dengan beberapa pidato dari Rotarian dan panitia dan dilanjutkan dengan Cultural Festival. Di sini, setiap negara akan diberi jatah lapak untuk memperkenalkan makanan atau suvenir khas sambil tuker-tukeran kartu nama. Secara perwakilan D 3400 berasal dari beberapa provinsi, tak ayal lagi banyak yang bisa diberikan di lapak Indonesia: dari dodol, keripik, hingga selendang dan wayang kita gelar. Sayangnya waktu yang diberikan panitia sangat singkat sehingga satu tas penuh berisi barang khas Indonesia tidak bisa dihabiskan saat itu. Laksana PKL diburu kamtib, peserta pun diburu-buru untuk menyudahi aksi ambil untungnya dan langsung bersiap untuk menjelajahi area Sydney Harbour dengan kapal. Kesempatan ini sayang untuk dilewatkan mengingat pemandangan fantastis Sydney Opera House di malam hari serta suasana pertemanan yang kental membuat perjalanan malam itu tak terlupakan.

Aksi 2: Aksi lompat di muka umum

Keesokan harinya, peserta mengikuti workshop yang masing-masing dibawakan oleh guest speaker yang pakar di bidangnya. Public Speaking, Motivation, Australian Dance, Team Work, Best Project Showcase, dan Leadership merupakan beberapa tema yang bisa dipilih. Dari semuanya, Best Project Showcase merupakan workshop yang paling berkesan karena…perwakilan Indonesia diminta untuk menjadi guest speaker~! Betapa tidak, kerena Indonesia (diwakili Leo dan Alvin) lewat project Jump! All Over the World-nya disandingkan dengan project handal seperti Shelter Box, Poverty Project, dan project pemenang penghargaan Rotary 2010 dari Filipina. Senang sekali karena Jump~! mendapat sambutan luar biasa dari peserta dan beberapa dari mereka pun tertarik untuk berkontribusi dan bergabung dalam menggelar pameran foto serentak di negara mereka. Terlebih lagi setelah mengetahui bahwa sebelumnya panitia mempunyai 11 project untuk mengisi workshop ini lalu dipadatkan hingga hanya ada 4 project terpilih.

Aksi 3: Aksi goyang Sydney

Tak pelak lagi, Cultural Night adalah salah satu acara yang ditunggu-tunggu di APRRC. Di bawah asuhan Mpok Windy dan Gung In, bakat seni delegasi D 3400 diasah hingga larut malam tiap harinya dengan medley tarian dari Betawi, Jawa, dan Bali. Terlepas dari pengalaman tari yang minim, ternyata sambutan para penonton sangat luar biasa. Sementara itu, delegasi hanya bisa tersenyum lebar sambil mengusap keringat dingin paska tampil di depan umum…senang, bangga, sedikit bingung.

Minggu, 28 November 2010, setelah para DRR dari seluruh negara perwakilan menandatangani kesepakatan program dan ucapan terima kasih dari panitia, APRRC pun resmi ditutup. Banyak kesan dan kartu nama yang dibawa pulang. Hal terpenting adalah semangat dan pengetahuan baru yang didapat dari para delegasi untuk ditularkan pada teman-teman klubnya agar siap beraksi…light, camera, ACTION~!

Leave a comment »

Berita duka : Rtr John Sinaga

Shock!

Saat mengetahui pesan singkat dari Rtr Monik yang isinya mengabarkan bahwa John telah tiada. Rasanya tidak percaya, karena project proposal yg sedang kami presentasikan adalah dari John him-self selaku Project Coordinator-nya.

Setelah beberapa dari kami datang ke RSCM, barulah kami yakin bahwa benar John telah tiada. Tidak disangka, sabtu malam sebelumnya kami masih sempat meeting membahas project IS itu, bahkan teman-teman masih sempat mengantarmu balik ke kost menjelang tengah malam.. John masih tampak segar-bugar dan bersemangat!. Namun saat itu, ditempat itu, dihadapan kami John sudah terbujur kaku..

Baru teringat lagi, beberapa hari yg lalu John minta maaf, bahwa sudah pasti tidak akan hadir saat presentasi Senin sore dan mendoakan semoga presentasi kami sukses..
*John, doamu terkabul, presentasi kami terbilang sukses..

Malam ini, terbukti dengan jelas bahwa betapa dirimu meninggalkan kesan yang luar biasa di lingkungan teman-teman John. Selain keluarga, instalasi jenazah RSCM penuh sesak didatangi oleh kawan-kawan John. Rotarian dan Rotaractors, Atase Politik US Embassy dan kawan sekerjamu, serta rekan-rekan alumni Unpad.. membuktikan bahwa John adalah sosok yg dicintai.. *bahkan petugas RSCM sampai terkaget-kaget belum pernah melihat pelayat sebanyak itu..

Sekiranya semua sesuai rencana, walaupun di hati kami John seakan sudah menjadi member Rotaract Semanggi Jakarta, namun dikarenakan beberapa hal, maka secara seremonial resmi baru dijadwalkan hari Selasa malam ini nanti John akan di-induct sebagai member. Sayangnya Tuhan memiliki rencana lain, dan John tidak cukup kuat menunggu official induction nya malam Selasa ini..

Penyakit yang telah lama diderita tiba-tiba kambuh.. Jantungnya (diduga) kumat minggu dini hari, dan sedihnya baru senin siang tubuhnya ditemukan terbujur kaku setelah pintu kamar kost nya didobrak paksa.. Jiwa John tak tertolong lagi.

Dimalam itu jga, di RSCM, kami Rotaractor Semanggi Jakarta berinisiatif melaksanakan doa bersama di instalasi sebelum jenazah almarhum diterbangkan ke Medan. Di awali dengan sepatah kata dari Atase Bidang Politik US Embassy Jakarta, kemudian dilanjutkan sepatah kata dari perwakilan Rotaract Cub – Rtr Pres Alvin Oscar dan perwakilan alumni HI Unpad – Rtr Eka Mahendra. Paman John mewakili keluarga besar Sinaga mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang hadir, keluarga besar sangat kehilangan karena John yang merupakan anak tunggal dan kebanggaan seluruh keluarga. Kebanggaan itu bahkan tidak hilang hingga detik kepergiannya melihat begitu banyaknya sahabat John yang hadir untuk mengucapkan selamat jalan.. Terima kasih ADRR Lucia Sihombing yang telah bersedia memimpin doa bersama untuk John.

Malam itu juga, diinstalasi jenazah itu, kami menyerahkan Pin Rotaract untuk disematkan di Jas yang untuk seterusnya dikenakan John.. dan menyatakan bahwa John Franky Audermansenn Sinaga (Sponsor: Rtr. Monika Nurul Pratiwi) secara resmi menjadi Rotaractor John Franky Audermansenn Sinaga..

“Selamat datang dan selamat (resmi) bergabung Rtr. John!”
*Moment yg sejak lama dinantikan John
Namun disaat yang sama kami semua harus mengucapkan “Selamat Jalan, John…”

BIG John, kami akan selalu mengenangmu..
Tawa ngakak khas, Kekonyolan dan keceriaan, celetukan silet, dan pemikiran super-kritis….
*hanya sebagian kecil dari banyak kenangan yg membekas di hati kami..

Rest in heavenly peace BIG John..
Yes, you are one of the most inspiring friends we’ve ever met..
I believe You will always remembered in everybody’s heart..

Leave a comment »

The Wedding

Satu lagi berkah menjadi Rotaract adalah jodoh! Benar… Nah kali ini, kami RAC Semanggi beramai2 menghadiri pernikahan Rtr Lisa (RAC Jakarta Central) dan Rtr Bimo (RAC Semarang) di gedung Panti Prajurit Balai Sudirman. Pernikahan dengan adat Palembang malam itu sangat bernuansa Indonesia. Acara pernikahan berlangsung sangat lancar, sampai akhirnya giliran berfoto2, riuh gaduhlah gedung malam itu. Selamat menempuh hidup baru…

Member Semanggi yang hadir Rtr Pres Alvin, Rtr Nita, Rtr Gilang, Rtr Tuhu, Rtr Rara and Rtr Gadsya, Rtr Bee and Marina, Rtr Oke.

Leave a comment »

Semanggiers goes tp Obama’s Speech @ University of Indonesia

Atas inisiatif yang luar biasa dari prospective member RAC Semanggi yang bekerja di Kedutaan Besar Amerika Bidang Politik, RAC Semanggi berkesempatan untuk dapat menghadiri pidato Presiden Amerika Barrack Husein Obama yang bertempat di Balairung, Universitas Indonesia. Tidak hanya RAC Semanggi saja namum Rotary dan Rotaract se Jakarta Area pun turut diundang. Dari Rotaract Semanggi, hadir Rtr. Putri, Rtr. Gadsya, Rtr. Brillianti dan Rtr Gilang, bersama dengan 24 Rotaractor dan Rotarian lainnya berkumpul pada pukul 05.00 pagi di kawasan Kuningan. Untuk kemudian selanjutnya kami pergi bersama-sama pergi bersama menuju Universitas Indonesia dengan naik bis. Betapa besarnya perjuangan kami untuk mendengarkan pidato Mr. Obama ^o^. Setibanya di UI pukul 06.30, rombongan Rotaract dan Rotary se Jakarta Area pun harus berdiri dalam antrian yang sangat panjang bersama dengan ratusan bahkan ribuan peserta lainnya menembus pintu pemeriksaan secret service dari Presiden Obama yang sangat ketat. Setelah mengantri selama kurang lebih 1 ½ jam kami pun akhirnya masuk ke dalam gedung Balairung. Suara riuh tepouk tangan para peserta pun mengiringi masuknya Presiden Obama ke dalam gedung Balairung. Dalam pidatonya, presiden Obama menyampaikan mengenai kenangan-kenangan masa kecilnya selama tinggal di Indonesia serta rencana-rencana strategis atas kerjasama antara Amerika – Indonesia baik di bidang ekonomi maupun pendidikan. Dengan sifat humorisnya, Presiden Obama pun mengucapkan kata “baksooo….” dan “sateee…” sambil meniru bagaimana para pedagang tersebut biasa mengucapkannya. Tak lebih dari satu jam pidato berakhir dan kami pun kembali ke bis untuk perjalanan pulang.

Leave a comment »

MOSQUITO TRAP

Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 6 November pukul 1.00-14.00 WIB.
Rotaractor yang hadir : Pres. Alvin, Rtr. Nigem, Rtr. Bee, Rtr. Putik dan Rtr.Ari. Guest : Rtn. Meinar, Sasha dan temannya Rtr. Putik. Pembukaan dimulai dari pres. Alvin dan Pihak sekolah Ibu Oni. Selanjutnya pengerjaan perangkap, dibagi 5 kelompok dengan jumlah total perangkap yang di hasilkan sebanyak 14 perangkap nyamuk, kemudian disimpan disetiap sudut ruang kelas 1 sampai kelas 6 termasuk ruang guru.

Setelah 2 minggu, ternyata bisa dikatakan blm berhasil karena faktor suhu juga mendukung kinerja perangkap tersebut. Sample yg tersimpan disekolah itu, karena suhu ruang lebih dingin menyebabkan campuran ragi dan gula merahnya jadi padat sehingga hasilnya malah menjadi kumpulan belatung Sementara, sebagai perbandingan Rtr. Ari menyimpan 1 sample di tempat kost nya (dpn kamar) yang mana suhunya lebih hangat, membuat ragi dan gula merah tetap menyatu dalanm larutan sehingga ada nyamuk yang terperangkap di dalamnya walapun sedikit.

Leave a comment »