Archive for October, 2010

SEMANGGI UNTUK MERAPI

Teman-teman RAC Semanggi mengajak teman-teman lainnya yang peduli dengan korban bencana alam Merapi untuk menyisihkan sebagian uangnya guna disumbangkan ke Yayasan Pandega Center. Setelah 4 hari, dana yang berhasil dikumpulkan adalah sebesar Rp 970.000,-.b Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu berjalannya pengiriman dana kepada Yayasan Pandega Center.

Advertisements

Leave a comment »

My Journey to Turkey, Germany and Ukraine

In-house Speaker – Rtr. IPP Leo Mokodompit, Joint meeting Rotaray Club Jakarta & Rotaract Club Semanggi Jakarta 19 Oct 2010

Seminggu setelah menjadi in-house speaker di meeting RACSJ, Rtr IPP Leo Mokodompit juga diundang menjadi in-house speaker pada Joint-meeting RCJ & RACSJ tanggal 19 Oct 2010. Kali ini Rtr IPP Leo berbagi pengalamannya terakhir melakukan perjalanan ke luar negeri selama dua bulan ke Turki, Jerman dan Ukraina.

Turki sebagai destinasi pertama adalah dalam rangka menghadiri World Youth Congress di Istanbul. Pada acara yang berlangsung selama tiga minggu itu, Rtr Leo menjadi peserta, fasilitator sekaligus pemateri sebagai perwakilan UNESCO Youth Empowerment Team bersama rekan-rekan Youth Team dari beberapa negara anggota UNESCO lainnya. Selain di Istanbul, Rtr IPP Leo juga sempat melakukan kunjungan ke beberapa kota lainnya di Turki, seperti Bartin, Amasra, Izmir, Pamukkale-Hierapolis dan Ephesus.

Sedangkan perjalanan selanjutnya ke German dan Ukraina merupakan perjalanan dalam rangka music diplomacy atas undangan Kedutaan Besar Indonesia di Berlin dan Kedutaan Besar Indonesia di Kyiv. Di Jerman, Rtr IPP Leo melakukan pementasan di kota Berlin dan sempat berkunjung ke Potsdam; sedangkan di Ukraina, Rtr IPP Leo melakukan pementasan di berbagai kota keliling Ukraina, antara lain, Kyiv, Evpatoria, Old Crimean City dan Krimenchuk.

 

Leave a comment »

Fellowship – Eat, Love and Pray

Fellowship : 14 Oct 2010 – Oke, Ari, Monik, Meinar dan Nita

Eat, Pray, Love adalah judul buku dari Elizabeth Gilbert yang diangkat ke film dengan bintang utamanya adalah Julia Roberts. Liz yang depresi yang mencari ketenangan spiritual dan keseimbangan dalam hidup di tiga negara: Italia, India dan Indonesia. Dan akhirnya di Bali, Indonesia Liz akhirnya menemukan cinta dan keseimbangan dlm hidupnya. Tentu seluruh warga Indonesia ikut bangga karena setting film ini diadakan di Bali. Film ini merupakan kesempatan kita untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia. Biasanya jika buku diangkat ke film, yang ditakutkan adalah visualisasinya jauh dari yang diimajinasikan pembacanya. Tapi khusus film ini, gw jadi suka karena bukunya sangat membosankan jadi menonton film ini membantu sekali.

Leave a comment »

Music Diplomacy

Weekly Meeting 12 Oct 2010, in-house speaker : Rtr IPP Leo Mokodompit

Music has always been a powerful medium for diversity that can breach cultural and language barriers.

Musik sebagai bahasa universal merupakan salah satu media efektif dalam berkomunikasi tanpa memandang umur, latar belakang, bahasa hingga ras. Musik memiliki kekuatan yang luar biasa karena bisa diapresiasi dan interpretasikan oleh semua orang. Setidaknya hal ini yang menjadi alasan kuat mengapa musik menjadi salah satu ujung tombak diplomasi budaya yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan.

Rtr IPP Leo Mokodompit dengan berbagai pengalamannya dipercaya untuk menjadi ujung tombak diplomasi budaya melalui musik ke berbagai negara ini menjelaskan bahwa adalah penting saat ini menggunakan softpower dari pada hardpower diplomacy, karena seringkali diplomasi klasik justru tidak bisa mencapai tujuannya dalam menciptakan hubungan erat people to people, lebih terbatas pada tingkatan government to government.

Rtr IPP Leo juga berbagi pengalamannya dalam berdiplomasi mewakili Indonesia melalu musik ke berbagai negara, antara lain: Belanda, Jerman, Ceko, Turki, Thailand, Malaysia, dll. Sesi ini akhirnya diakhiri dengan pemutaran video peformance Rtr IPP Leo di salah satu event diplomasi di Ukraina.


Leave a comment »

Rtr Monik and Rtr Eka Wedding

Tanggal 10 Oktober 2010 yang lalu, dengan niat tulus kami untuk datang kepernikahan sahabat kami. Saya, Rtr Oke dan Rtr John (alm) beserta tiga teman kami datang ke Purwokerto tempat berlangsungnya akad dan resepsi nikah.

The Newly Wed

Perjalanan darat dengan kendaraan yang kami sewa ditempuh selama hampir 10 jam, sekaligus membawa kami menikmati susuran jalur pantai utara pulau jawa. Jalur yang sangat terkenal. Sepanjang perjalanan tak hentinya bercanda, makan, tidur, dan menikmati pemandangan sekitar.

Sesampainya di tempat, kami senang sekali melihat akad nikah yang menggunakan adat jawa ini. Sungkeman, siraman, yang sangat adat jawa sekali. Melihat Rtr Monik dan Rtr Eka bak Ratu Jawa dan Sutan Rajo yang sangat luar biasa bagusnya. Nuansa nilai luhur pernikahan memang sangat sakral, Selamat dan Semoga bahagia selamanya Rtr Monik dan Rtr Eka.

Leave a comment »

Rtr Monik and Rtr Eka Wedding

Rtr RR Monika Nurul Pratiwi (RAC Semanggi Jakarta) and Rtr Eka Mahendra (RAC Jakarta Cosmopolitan) Wedding

Tanggal 10 Oktober 2010 yang lalu, dengan niat tulus kami untuk datang kepernikahan sahabat kami. Saya, Rtr Oke dan Rtr John (alm) beserta tiga teman kami datang ke Purwokerto tempat berlangsungnya akad dan resepsi nikah.

Perjalanan darat dengan kendaraan yang kami sewa ditempuh selama hampir 10 jam, sekaligus membawa kami menikmati susuran jalur pantai utara pulau jawa. Jalur yang sangat terkenal. Sepanjang perjalanan tak hentinya bercanda, makan, tidur, dan menikmati pemandangan sekitar.

Sesampainya di tempat, kami senang sekali melihat akad nikah yang menggunakan adat jawa ini. Sungkeman, siraman, yang sangat adat jawa sekali. Melihat Rtr Monik dan Rtr Eka bak Ratu Jawa dan Sutan Rajo yang sangat luar biasa bagusnya. Nuansa nilai luhur pernikahan memang sangat sakral, Selamat dan Semoga bahagia selamanya Rtr Monik dan Rtr Eka.

 

Leave a comment »

How Indonesia Young Filmmaker made a 3 minutes short film and met Hillary Clinton

Guest Speaker – Adhyatmika, Independent Filmmaker, a young director behind “Democracy Is Yet To Learn

Film adalah salah satu alat komunikasi alternatif yang menarik. Film mampu menyuguhkan pesan yang ingin disampaikan secara berbeda, dengan cakupan penerima pesan yang lebih luas. Pada selasa, 5 Oktober 2010 Semanggi kedatangan Adhyatmika, seorang independent filmmaker yang berhasil memenangkan kontes Democracy Video Challenge 2010 untuk Asia Pasifik sekaligus berkesempatan bertemu dengan Hillary Clinton karena prestasinya tersebut melalui film “Democracy Is Yet To Learn” atau dalam bahasa Indonesianya: Masih Belajar.

Pada sesi ini Adhyatmika -yang akrab disapa Mika- berkenan membawa beberapa crew dari film tersebut untuk diperkenalkan pada kami. Rupanya malam itu Mika turut membawa “pasukanya”, yaitu Adit (co-writer & poster designer dari film “Masih Belajar”), Fandi (Art Director) dan Reni (Youth outlook specialist US Embassy Jakarta). Tak lupa meeting diawali dengan pemutaran film yang telah membawanya hingga ke Gedung Putih, Amerika. Mika bercerita mengenia misi pembuatan film tersebut.

Diskusi semakin menarik manakala Mika berbagi pengalaman mengenai proses pembuatan film yang ternyata terbilang sangat singkat: naskah ditulis hanya dalama sehari, storyboard dibuat hanya dalam semalam dan yang paling heboh adalah saat harus casting pemain berdasarkan stereoripikal dan stigma yang ada di masyarakat.

Tak lupa Reni, dari US Embassy juga berbagi mengenai apa sebenarnya Democracy Video Challenge. Bagaimana cara mengikuti kompetisi tersebut, bagaimana bisa film garapan mika diputar di Amerika hingga proses sampai ahirnya bertemu dengan Hillary Clinton.

Ternyata respon dari “Masih Belajar” ini sangat luas. Setelah sempat menjadi hot thread di Kaskus, respon positif maupun yang unik juga berdatangan dari Youtube saat Mika meng-upload film tersebut. Yang unik adalah cerita Mika mengenai respon saat film ini diputar di Gedung Putih, diplomat-diplomat PBB tak bisa manahan tawa saat film ini diputar, mereka mengerti dan setuju bahwa demokrasi adalah process of learning setelah menonton film ini. Besar harapan Mika melalui film ini mampu membangkitkan kepedulian generasi muda, wakil rakyat dan semua penontonnya untuk lebih peduli dan berperan aktif dalam perbaikan negeri ini.

Leave a comment »