Archive for October, 2009

Fisika Batik – Exploring Indonesian Heritage (by Rolan Dahlan)

Rolan Mauludi Dahlan yang menjadi guest speaker Rotaract Semanggi tanggal 27 Oktober 2009 menyebut dirinya seorang peneliti. Ia meneliti hampir hal yang berhubungan dengan fisika. Sekarang ini Ia sedang sibuk membuat buku tentang tren ekonomi dan bursa saham. Sebelum memulai sesi-nya, Rolan sempat bercerita mengenai penelitiannya di pegunungan cadas di Jawa Barat yang ditengarai merupakan rangkaian pegunungan tertua di zaman megalitikum. Meskipun banyak sekali hasil penelitiannya yang menarik, Rolan malam itu hadir untuk berbicara mengenai buku yang ia buat bersama Yohanes Surya yaitu Batik Fraktal.

Semua orang pasti sudah mengenal Batik sebagai warisan budaya kita tapi apakah kita juga mengenal istilah Batik Fraktal ? Menurut Rolan, ia dan timnya meyakini bahwa nenek moyang kita dahulu adalah fisikawan (baca : http://rolan-md.blogspot.com/2009/09/nenek-moyang-kita-fisikawan.html). Hal itu bisa dilihat dari corak batik yang berasal dari berbagai fenomena alam. Apabila kita perhatikan baik baik, corak Batik terdiri dari awan, air burung, dll. Fakta yang lebih menarik adalah bahwa Batik ada di seluruh penjuru Indonesia. Batik di Indonesia disebut dengan berbagai nama yang berbeda di tiap daerah seperti Ulos, Songket, Bentenan atau apapun tapi yang pasti kesemuanya dapat digolongkan sebagai batik.Seluruh corak batik di Indonesia memiliki satu benang merah yang dapat dilihat pada Pohon Filememetik. Di Pohon Filememetik ini kita bisa melihat bahwa pada satu bagian tertentu, meskipun corak batik terlihat acak tetapi ternyata mereka memiliki pola berulang yang sama. Hal itu disebut Fraktal.

Presentasi singkat Rolan sangat menarik karena kita jadi tahu mengenai kekayaan budaya kita sendiri dan juga mendapatkan cara untuk ikut melestarikan kebudayaan tersebut. Deangan adanya Pohon Filememetik ini, tidak dimungkinkan lagi adanya klaim negara lain atas kekayaan Indonesia. Kita juga bisa ikut memberikan sumbangsih atas upaya pelestarian ini, bukan dengan ikut menyumbang secara finansial, tetapi dengan ikut menyumbang informasi mengenai warisan budaya kita (corak & pola batik, lagu, dll) ke perpustaakaan digital dari IACI (Indonesian Archipelago Culture Initiatives) di http://budaya-indonesia.org/.

Tunggu apalagi…? Bagikan informasi tentang warisan budaya Indonesia di http://budaya-indonesia.org/ agar dunia bisa mengetahuinya.


Leave a comment »

STOP POVERTY! CAMPAIGN – Rotaract Club Jakarta – Bogor Area with UNDP

Berawal dari networking Rtr Chyea-Sunter turun ke proyek Bangkit Beraksi, gerakan positif tahunan gelaran United Nation. Bangkit Beraksi mengusung delapan tujuan pembangunan internasional, atau kerennya: Millenium Development Goals, sebagai ajakan untuk bersama-sama berusaha mewujudkannya hingga tahun 2015. Tanggal 18 Oktober 2009, lapangan Monumen Nasional, Jakarta, dipenuhi booth yang masing-masing mewakili tujuan pembangunan millennium, yaitu pengentasan kemiskinan dan kelaparan, pemerataan pendidikan, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, penurunan tingkat kematian pada anak, peningkatan kesehatan ibu hamil, pemberantasan AIDS dan wabah epidemi lain, ketersinambungan lingkungan, dan pembangunan kerjasama pembangunan global (www.undp.org/ mdg/).

Digawangi oleh Rtr. Adrian-Cosmo, RAC Jakarta & Bogor Area menggoyang pengunjung lewat booth “pemberantasan AIDS”-nya. Mulai dari sosialisasi tentang HIV/AIDS oleh Rtr. Putri dan Rtr. Alvin-Semanggi, pembagian brosur AIDS, hingga konsultasi seputar informasi umum HIV/AIDS. Tak ketinggalan, narsiskus akut yang didera para Rotaractor mewajibkan mereka untuk mempromosikan Rotaract Club di Pojok Rotaract berikut fund raising dengan jualan minuman ringan dan souvenir. Acara kemudian makin panas (ya, saya serius!) karena RAN dan Maliq N D’Essentials naik pentas tanda dukungan terhadap Bangkit Beraksi. Akhirnya, acara ditutup dengan bangkit sambil meneriakkan: STOP Pemiskinan! (Yuuk).

Leave a comment »

Education for Street Children by Lina Tjindra (13 October 2009)

GUEST SPEAKER: SAHABAT ANAK

Guest Speaker Sahabat Anak

Kegiatan pertama yang didirikan oleh Sahabat Anak adalah Jambore anak Jalanan pada tahun 1997 yang pada akhirnya diadakan setiap tahun. “Tunjukkan bahwa anak jalanan merupakan manusia berharga ciptaan Tuhan” dan “Libatkan perseorangan dan kelompok sebanyak mungkin untuk merawat anak jalanan untuk menjadi teman yang menunjukkan kasih sayang setiap saat” merupakan visi dan misi Sahabat Anak. Berdasarkan 2 dasar tersebut, Sahabat Anak berkemban dengan bantuan dari para aktivis, relawan, donator dan mitra kerja lainnya.

Kegiatan Sahabat Anak dalam mendidik anak jalanan telah mencakup 8 area di Jakarta yaitu Prumpung, Grogol, Cijantung, Gambir, Manggarai, Senen, Tanah Abang dan Mangga Dua. Selain itu, Sahabat Anak juga memiliki kerjasama dengan organisasi lain dalam mendidik anak jalanan di Klender-Buaran dan Depok.

Program beasiswa unutk anak jalanan adalah rencana tiap tahunnya yang memberikan kesempatan untuk anak-anak untuk melanjutkan sekolah mereka. Beasiswa tersbeut tidak hanya membiayai dari segi pendiidkan saja tapi juga dari segi kesehatan dan nutrisi, serta menyediakan konsultasi untuk anak-anak dan orang tua. Di Sahabat Anak, tercipta hubungan harmonis antara setiap relawan dan anak-anak jalanan sehingga mereka dapat saling berbagi dan belajar melalui kegiatan dan pengalaman hidup sehari-hari.

Comments (1) »

Joint-Meeting Rotary Club of Jakarta and Rotaract Club Semanggi Jakarta, Guest Speaker : Mr. Brata Hardjosubroto (Head of Public Relation Nestle)

Tanggal 6 Oktober 2009 bertempat di Shangri La Hotel, Jakarta, Rotary Club Jakarta dan Rotaract Jakarta Semanggi mengadakan Joint Meeting bulanan dan mengundang Guest Speaker Bapak Brata Trayana Hardjosubroto – Head of Public Relation Nestle. Topik yang dibawakan pada meeting ini adalah Communication and Public Relation.

Bapak Brata mengawali presentasinya dengan menjelaskan arti dari komunikasi dan bagaimana menciptakan komunitas dan keharmonisan diantara kita, yang merupakan kunci utama dari komunikasi  dan public relations.

Sebagai organisasi social, Rotaract dan Rotary harus betul-betul memahami hal tersebut terutama dalam memperkenalkan organisasi ini sehingga tercapai tujuan yang lebih baik. Dalam dunia PR, opini public memiliki pengaruh yang kuat di dalam komunitas kita. Program public relations terdiri dari publikasi, promosi, hubungan internal, hubungan eksternal, bernegosiasi dan informasi public.

Sesi yang dibawakan oleh Mr. Brata pada tanggal 6 Oktober 2009 tersebut merupakan sharing atas pengalamannya di bidang jurnalis selama 7 tahun dan di bidang PR selama 18 tahun.

Leave a comment »